02 December 2012

Children needs to be loved.

Setiap senyum apa adanya dari mereka yang melintas di pelupuk mata lesu, seolah-olah memancarkan sinar semangat baru dan menjaga gelora api ini tetap menyala. Aku tak ingin ini berakhir.

Children needs to be loved.
Love needs to be expressed.



Setiap canda tawa dan senda gurau yang kutemui pada putihnya hati mereka, menyadarkanku bahwa di dunia ini semuanya bersifat sementara. Canda dan gurauan mereka pun hanyalah untuk sementara.
Ketika bahagia, tetaplah waspada, terlena dalam kebahagiaan akan membuatmu mati; Mati kaku, tanpa senyum yang berasal dari hati.
Ketika merana, tetaplah tegar dan sabar dalam menjalaninya. Semuanya akan dibayarkan pada waktunya.

Mata mereka berbinar-binar, terlihat masih sehat dan memang masih sehat. Pandangan mereka mempunyai berjuta arti yang susah kita tafsir mendalam, meski kita pernah menjadi mereka. Pandangan yang mengisyaratkan padaku bahwa masih banyak harta kehidupan di dunia ini, yang perlu kita pelajari sebagaimana mestinya; Bahkan belajar dari mereka; Anak-anak.

Dengan lugu, tanpa kenal malu, mereka sering menanyakan tentang hal-hal disekitar mereka, termasuk urusan kita, orang yang lebih berumur. Mengingatkanku bahwa malu bertanya sesat di jalan, banyak bertanya disesatkan orang. Semua itu ada kadarnya.

Setiap cerita akan mimpi yang merajai mereka, bukanlah hanya bualan saja. Mereka bukan anjing hitam yang suka membual, mereka anak manusia.
Disanalah mereka menaruh rapih harapan yang siap untuk digarap. Mereka mengikuti kata-kata hati mereka serta memainkan imajinasi mereka sebebas-bebasnya. Ya, mereka sedang terbang.
Hanya sedikit dari kita kaum berumur yang mampu terbang setinggi mereka. Tidak pernah takut jatuh.
Mereka mengajarkanku bahwa kita juga harus berani bermimpi dan berpengharapan. Tanpa mimpi dan harapan maka tak ada bedanya antara kita dengan butiran debu yang patuh dibawa angin berhembus kemanapun. Lebih baik mati ketimbang harus menjadi debu tiada daya.

Meremehkan mereka adalah sebuah kesalahan menurun dari kita kaum berumur.
Tak mampukah kita melihat bahwa mereka adalah sumber kebahagiaan?
Tanpa canda tawa mereka, tanpa mata mereka, tanpa mimpi mereka, kita bukanlah apa-apa.
Mereka kunci kebahagiaan, mereka penyeimbang kehidupan.
BELAJARLAH DARI MEREKA!

Sidoarjo, 13 November 2012
01.00 WIB
Arya Adikristya Nonoputra
5 Arya Adikristya: Children needs to be loved. Setiap senyum apa adanya dari mereka yang melintas di pelupuk mata lesu, seolah-olah memancarkan sinar semangat baru dan menjaga gelora api ...

No comments:

Post a Comment

Thanks for your lovely comment!

< >