07 August 2012

Angkat Suara Hatimu

Candle of Heart
July 4, 2012
Sudah harinya untuk memenuhi gelas yang lain.
Dimana 2 hari terlewati sudah dan dimana segelas saja masih belum cukup.
Aku berdiri di sisi hitam dan kamu duduk di sisi putih.
Kala itu memang dunia kita hanya berwarna hitam dan putih.

***

Aku menjelaskan semuanya kepada cermin, seolah-olah ia membuatku semakin mantap untuk melangkah...lalu...menatapnya kembali...
Dimana sejak sebulan yang lalu, aku siap dengan segala kejatuhan...
Sesaat kudapati pelangi melintas di antara jarak pandang kita, bak kebahagiaan sekejap anugerah dari Sang Cinta.
Walaupun setitik saja, sudah membuat lega.


Mendalamimu saat itu, salah tingkahku makin merancu, hendak membebaskan segala kebenaran akan perasaan ini.
Sengaja...
Kubawa langkah kita berdua dimana benih-benih itu ditaburkan di tempat padang meraja, tetapi entah...
Apakah benih-benih itu telah tertabur di tempatmu yang semestinya pula?
Hanyalah Tuhan yang Maha Tahu, hanyalah Tuhan Sang Cinta yang mengerti.

Naluri selalu mendamba hal-hal setinggi angkasa raya, namun, beruntunglah aku ketika tersadar bahwa terkadang realita tak seindah asa.
Belajar menerima apa adanya.

Fokusku tertuju pada suara hatimu.
Dimana aku lebih banyak mendengar, mendalami, dan mengerti.
Dimana?
Dimana?
Dimanakah realita yang seindah asaku itu?
"Belum saatnya" bisik si hati.

Sesaat setelah si hati membisikkannya kepadaku, dirimu mengatakan hal serupa penuh hati-hati dan perlahan.
Mungkinkah hati ini terlalu lembut dan cengeng untuk ukuran seorang lelaki?
Ya...namun...
Naluriku mampu menguasaiku selama beberapa jam...
Bahwa aku tak bisa meluluhkan diri di depan keanggunannya yang ceria.

Aku semakin frustasi ketika padang itu meredup dan semakin sunyi.
Setiap hela nafas yang kutarik, mata mengaca indah.
Setiap hembusan nafas yang terlepas, indah mata menyampaikan pesan melalui permatanya yang terlinang.

Serasa hendak berpulang ke Rumah-Nya dan mendapati segala kedamaian disana.
Akankah?

Dan langit pun melihatku dari atas,
dan tanah pun melihatku dari bawah.
Sungguh, aku enggan menemui mereka berdua.

Aku tidak hanya sekadar beruntung, tetapi merupakan sebuah keajaiban karena mendapati bahagiaku ternyata di pelataranmu.
Selama hari-hari masih dilahirkan dan menumbuhkan segala yang bernaung dalamnya, dan selama pengharapan masih bergelora dalam jiwa muda...benang itu tak kan terputus.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Mengalirlah, katanya.

Sidoarjo, 7 Agustus 2012
5 Arya Adikristya: Angkat Suara Hatimu Candle of Heart July 4, 2012 Sudah harinya untuk memenuhi gelas yang lain. Dimana 2 hari terlewati sudah dan dimana segelas saja masih...

No comments:

Post a Comment

Thanks for your lovely comment!

< >