07 November 2011

Tuhan | Cinta | Aku (?)

Tuhan, aku bersimpuh dan mengeluh. Merapatkan kedua telapak tangan menjadi satu kekuatan doaku. Saya tidak menyuruh ataupun memerintah
, tolong, itulah yang saya hendak ucapkan. Saya tahu, memperbincangkan tentang cinta memang tidak ada habisnya bagi manusia, tapi bagaimana kalau urusan cinta itu ada di genggaman tanganMu yang penuh kuasa itu? Sudah jelas jawabannya."

"Setiap aku hembuskan nafas dan setiap aku mengedipkan mata, aku memberi sugesti kepada diri sendiri untuk menyakinkan bahwa cinta itu tak harus buru-buru. Biarkan mengalir, biarkan melayang-layang, biarkan kelelahan, biarkan terlemas lalu tangkap dengan tegas dan letakkan dengan perasaan tepat di hatimu juga. Tuhan, awalnya aku agak keberatan untuk mengaduh tentang hal ini dengan menyebut namaMu, karena pikirku, ah, suntuk!" *tidak penting untuk di-share*


"Sebentar...
Buat apa aku melanjutkan keluhanku yang memanjang binti sia-sia ini? Toh, Tuhan juga sudah menuntun aku buat menjawabnya sendiri dari awal."


#cumaaryayangbisa #cumawaktuyangkitaperlu

Arya Adikristya - Surabaya, 7 November 2011



5 Arya Adikristya: Tuhan | Cinta | Aku (?) Tuhan, aku bersimpuh dan mengeluh. Merapatkan kedua telapak tangan menjadi satu kekuatan doaku. Saya tidak menyuruh ataupun memerintah

2 comments:

  1. semoga tuhan mendengar keluh kesahmu di blog ini :)

    ReplyDelete
  2. Semoga Tuhan tidak tidur...hehe

    ReplyDelete

Thanks for your lovely comment!

< >