05 October 2011

Sebuah Puisi atau Melantur ?


Carilah aku di dalam kelabu. Bukan tentang abu-abuku, namun tentang cokelatku. Maka, pastilah dikau temukan pribadi yang sejati dalamnya.

***

Itu hanya sekelupas cokelatku. Semakin dikau kelupas, semakin dalam makna yang dapat dicari, ditemukan, dan dirasakan.

Apa yang dikau cari dalam cokelatku? Aku?

Apa yang dikau temukan dalam cokelatku? Aku lagi?

Apa yang dikau rasakan dalam cokelatku? Apakah itu tetap aku?

Bila itu bukan aku, berarti abu-abu.

Ketika ku bersua denganmu, satu harap yang tak pernah pupus, kelupaslah cokelatku ini.
Kudapati sumber pribadi dari kuning langsatmu, kudalami itu dan kupertanyakan, "Akankah cokelatku dikau dalami pula ?"

Sesaat, sensasi melayang-layang dalam kelabu dan manis-pahit cokelatku menjadi asap yang rentan musnah. Kemudian hilang.

Melantur tentang kita memang tidak ada habisnya bak cenayang abadi yang selalu mabuk cendawan. Lalu aku menyudahinya dengan senyum. :)

Ketika aku menyudahi lanturan tentang kita, aku menjadi terhipnotis oleh cenayang edan itu. Katanya "Melanturlah lagi...". Selamat Subuh, Pagi, Siang, Sore, dan Malam. :)

#adikristya


5 Arya Adikristya: Sebuah Puisi atau Melantur ? Carilah aku di dalam kelabu. Bukan tentang abu-abuku, namun tentang cokelatku. Maka, pastilah dikau temukan pribadi yang sejati dalamnya....

3 comments:

  1. Saya yakin Anda sedang melantur.

    ReplyDelete
  2. aku suka katakata...
    jika itu sulit kupahami aku tidak akan tidak menyukainya...

    ReplyDelete

Thanks for your lovely comment!

< >