06 March 2011

Seharian 'ngemis dan wawancara' saat Imlek


SELAMAT HARI IMLEK 2562 !!! ; Sepertinya ucapan itu sudah kadaluarsa kalo diucapkan sekarang (dipertengahan bulan Maret ini). Sebenarnya sehari sesudah hari imlek, aku mau nge-posting tulisan tentang "PENGALAMANKU DIHARI IMLEK", tapi gara-gara kebanyakan menunda dan males akhirnya molor sampai sekarang...Langsung aja simak kisahnya! :D



***







Tampak depan Klenteng Hong San Ko Tee
Kamis, 3 Februari 2011 kami (Aku, Si Sampit, Si Jompong, dan Si Trio) sudah berencana dari kemarin mau 'ngemis uang' di klenteng-klenteng kecil di sekitar Surabaya.
Sekitar pukul 06.44 kurang kita sudah sampai di Klenteng T.I.T.D. Hong San Ko Tee, melihat begitu antusiasnya warga dari sekitar kampung kecil disana untuk melihat sekaligus mendapatkan 'amplop merah' yang biasa disebut angpau, kami berempat juga ikut terpacu untuk 'ngemis si amplop merah' itu.
Nah, berhubung penampilan yang ada malah gak sepadan dengan kemauan kita itu, akhirnya kita mbikin sebuah rencana yang direvisi bersama-sama.
Selang beberapa menit berdiskusi, kami pun memutuskan menjadi (sok-sok'an) 'wartawan sekolah'. Berlari kesana-kemari seperti wartawan beneran untuk mencari info sebanyak-banyaknya tentang nuansa imlek disekitar klenteng tersebut; Sasaran dari wawancara kami berempat ada 3 orang (2 orang polisi, 1 orang sekuriti), dan yang aku suka ketika Si Jompong berakting dengan serius layaknya wartawan berpengalaman, aku menjadi tape recorder, Si Sampit dan Si Trio jadi dokumenter.

*Lewatin aja dialog hasil wawancara, karena draft-nya ilang*

2 orang polisi sedang bertugas



Ada satu kejadian menarik dimana ada pembagian angpau di sebuah rumah orang tionghoa, dan saking begitu senangnya banyak anak-anak yang sudah mengantri angpau di depan pagar rumah itu.
Sempat terdengar beberapa kata umpatan "jancok, dkk" dari anak-anak yang nggak kebagian amplop berisi lima ribuan sehingga banyak anak bermental bonek yang nekat manjat pagar rumah itu, untungnya ada satpam yang menegur anak-anak itu.


Setelah kejadian menarik itu, masih banyak kejadian menarik yang lainnya.
Dikarenakan puncak acara di Klenteng Hong San Ko Tee masih lama, kami memutuskan untuk sarapan gratis di Hotel Sheraton. Sekitar pukul 07.00 lebih kami sudah sampai di area Hotel Sheraton, karena yang punya ide seperti ini (ya, lagi-lagi) Si Jompong dan dia memang sudah berpengalaman dengan hal seperti ini, akhirnya dia yang memulai aksinya terlebih dahulu.
Singkat cerita, Si Trio dan Si Jompong mengamati keadaan tempat breakfast, aku dan Si Sampit menunggu goblok di Lobby utama. Setelah mendapat konfirmasi dari Si Jompong, kami segera menuju ke kolam renang, dari kolam renang aku dan Si Jompong segera menggambil Yoghurt dan Es buah lalu nyari tempat duduk yang strategis (aman bagi keberadaan kami). Akhirnya, SARAPAN JUGA!


Trio, Arya




"Kurang wareg ndes!" (artinya: "Kurang kenyang!") keluhku kepada Si Jompong, idenya pun muncul lagi dan kali ini petualangan berlanjut ke Hotel Shangrila dengan tujuan yang sama, SARAPAN GRATIS!
Pukul 09.00 lebih kami sudah nyampek di area Hotel Shangrila, dengan liarnya kami segera menuju tempat breakfast, yah tapi kami kecewa, karena penjagaannya disana lebih ketat dan lagipula makanannya sudah tinggal sisa. *hoax*
Rasa kecewa pun terbayarkan lunas dengan nge-PES 2011 (game sepakbola yang lagi marak) di lobby Shangrila 1 jam lebih.


PESing (Jompong, Arya, Trio)





Puas nge-PES ? PUAS! Bolang-bolang ini siap melanjutkan perjalanan keliling kota Surabaya.
Nggak sebegitu seru sih, cuma sekedar lewat daerah Dolly (itu pertama kalinya aku lewat Dolly).
Sekitar pukul 11.03 kami kembali lagi ke Klenteng T.I.T.D. Hong San Ko Tee dengan harapan puncak acara segera dimulai (dan tentunya kepingin dapet angpau :p).
Setibanya di sana, eh, ternyata suasana semakin rame dan lebih liar. The Election Channel dari MetroTV pun nggak mau ketinggalan ngeliput event besar seperti ini, Wah, kami berempat juga nggak mau kalah dari wartawan pro lainnya!
Kami nekat masuk ke dalam klenteng untuk meliput berbagai kegiatan yang ada di dalamnya, weits, tiba-tiba kami dapet 4 bungkus Semanggi dari Tukang jualan Tahu Tek (lho, ada apa ini?), yah, lagi-lagi makanan gratis...Aku sendiri juga agak bingung pertamanya kok tiba-tiba dikasih Semanggi, ternyata kita dikasih Semanggi karena omonganku sendiri "Aku lho gak nduwe duwek gawe tuku Tahu Tek..." (artinya: "Aku lho nggak punya uang buat beli Tahu Tek"), mungkin aja orangnya iba dengan 4 pemuda kumus ini.
Puas memuaskan perut, kita langsung lanjut wawancara pribadi dengan pengurus Klenteng Hong San Ko Tee, Ibu Juliani Pudjiastuti atau yang biasa dipanggil Ai Juliani.
*Lewatin aja dialog hasil wawancara, karena draft-nya ilang*
Tapi ada satu perkataan dari Ai Juliani tentang tahun Kelinci yang masih aku inget sampai sekarang, "Kalo tahun lalu itu tahun macan dan terbukti keganasannya macan di tahun 2010, tahun ini beda lagi, tahun ini kan tahun kelinci dan sifatnya kelinci itu penggoda, jadi tahun ini banyak banget godaan, maka dari itu lebih berhati-hatilah di tahun kelinci ini." (terserah, boleh dijadikan pembelajaran atau nggak).
Kesenangan kita pun semakin lengkap dengan adanya puncak acara yang berupa atraksi barongsai, pembagian angpau seribuan, pembagian kue keranjang bagi wartawan (lagi-lagi keuntungan menyertai kami).
Jadi, hasil 'ngemis uang' dari kami berjumlah 6000 rupiah saja. Uangnya pun kami belikan Roti Sisir Paulus. 'Ngemis uang' cara kami terlihat proessional kan? Yah, meskipun hasilnya nggak seberapa memuaskan, tapi PENGALAMANNYA YANG MEMUASKAN !!
Sekian cerita yang sangat seru, kejadian setelah itu tidak penting untuk diceritakan lebih detail karena pasti membosankan.
So, apa yang bisa kamu pelajari dari sini?

Berikut koleksi foto-foto kamera HP 2Mpx:


























































5 Arya Adikristya: Seharian 'ngemis dan wawancara' saat Imlek SELAMAT HARI IMLEK 2562 !!! ; Sepertinya ucapan itu sudah kadaluarsa kalo diucapkan sekarang (dipertengahan bulan Maret ini). Sebenarnya se...

5 comments:

  1. Point pertama:saya sangat menghargai tulisan ini... i like it..
    Point kedua:menghilangkan data adalah "goblok" yang menghilangkan bumbu keakuratan tulisan diatas.
    But overall,outstanding...

    ReplyDelete
  2. jawaban untuk Point pertama: Terima kasih, saya senang kalo dihargai...

    jawabn untuk Poin kedua: ya, sebagai pembelajaran bahwa data hasil wawancara sangat dibutuhkan sebagai bukti keakuratan dari tulisan/ sebuah artikel...terima kasih buat lampu kuningnya...

    :D

    ReplyDelete
  3. Aul, lebih dari fun pengalamannya...

    ReplyDelete
  4. kwakwawkakwa
    tau ngono aku melok yo
    mangan gratis e
    awkakwkakwk

    ReplyDelete

Thanks for your lovely comment!

< >