05 September 2010

"BERHENTI MEMPERKOSA OTAK KAMI !!!"


Halo pembaca! Maaf, sudah lama nggak blogging dan nulis lagi...hehehehe...
Ada tulisan lagi nih! :)
SILAHKAN DIBACA (kalo mau)! :D

***

Apa yang terjadi kalau sebuah tas terus dipaksa dimasuki barang-barang yang terlalu berlebihan? Tentunya tas itu lama-kelamaan akan jebol atau rusak kan? Demikian pula dengan otak manusia, apabila otak itu terus dijejali dengan sesuatu yang terlalu berlebihan dan membosankan (apalagi tidak disukai), pastinya otak itu akan jebol juga.

Seringkali seorang ANAK SEKOLAHAN dipertemukan dengan sekolah formal (TK, SD, SMP, SMA, dan PT) yang cenderung memaksa otak kita untuk dijejali hal yang belum tentu kita suka dan senangi.
Sebenarnya, belajar itu nggak perlu paksaan dan justru harus dilakukan dengan senang hati. Kenapa aku bilang harus dengan senang hati? Karena jika kita mempelajari sesuatu dengan indikasi PAKSAAN, pasti hasilnya nggak akan bikin kita puas dengan apa yang sudah kita pelajari itu...bedakan aja sama hasil dari memepelajari dengan indikasi SENANG HATI...
Dari pemikiranku sendiri aku bisa membuat pola seperti ini...

PAKSAAN-->TAKUT-->TERTEKAN-->NGGAK BISA MIKIR-->GOBLOK


PAKSAAN mampu membuat kita semakin TAKUT, akibat dari semakin TAKUT adalah TERTEKAN, kalo kita TERTEKAN jadinya NGGAK BISA MIKIR, terus, kalo NGGAK BISA MIKIR jadinya ya GOBLOK!
Jadi, intinya adalah sebuah PAKSAAN mampu MENGGOBLOKKAN bangsa! (Hebat!! Yeey!!)

***
T(tanya): So, gimana caranya memberantas KEGOBLOKKAN, pak???
J(jawab): Oh, gampang banget itu! Salah satu caranya ya tinggal menyapu oknum-oknum yang menyisipkan sistem PAKSAAN dalam dunia pendidikan, terutama dalam PENDIDIKAN FORMAL! *sambil tersenyum*
T: Wah...wah...wah...
***

Dan lewat pengalamanku di sekolah yang sekarang (Kelas 1 SMA), aku bisa lebih merasakan dan mengerti bahwa bakat dan minatku bukan dari bidang-bidang mata pelajaran di sekolah, tetapi ada pada bidang MENULIS.
"Jalani pekerjaan yang kau minati" itulah secuil kalimat yang dikatakan Tokoh utama dalam film 3 Idiots (wajib ditonton deh!); Kalau aku mengambil pola seperti kata-kata di atas dan kuubah menjadi versiku "Pelajari apa yang kamu minati dan senangi", sama kan artinya???

Hari itu kami (aku dan teman-teman sekelasku) langsung dihajar dengan 2 Ulangan Harian dan Tes Fisika sekaligus, sudah pelajarannya hari itu nggak enak semua (sebenernya banyak mapel di sekolah itu nggak enak). Semua temen-temen sekelas pada sibuk belajar buat persiapan UH dan tes fisika tadi, sebelumnya aku males buat belajar terlalu serius seperti itu karena pikirku "jika kita semakin stress, justru kita tambah nggak bisa mikir nantinya", tapi prinsip itu nggak bertahan lama; Lagi-lagi aku DIPAKSA hati untuk belajar terlalu serius,dan seketika itu pula aku langsung merasa TAKUT kalo nanti nilainya di bawah standar, dari KETAKUTAN itu, pastinya aku merasa TERTEKAN; Dan hasilnya pun aku NGGAK BISA MIKIR alias sudah jadi GOBLOK (nilai di bawah standar).

Dari situlah muncul kata-kata "BERHENTI MEMPERKOSA OTAK KAMI !!!" yang akhirnya aku publikasikan di akun twitterku.


Sekian cerita tentang unek-unek pikiranku!
Terima kasih sudah mau membaca!
:)


5 Arya Adikristya: "BERHENTI MEMPERKOSA OTAK KAMI !!!" Halo pembaca! Maaf, sudah lama nggak blogging dan nulis lagi...hehehehe... Ada tulisan lagi nih! :) SILAHKAN DIBACA (kalo mau)! :D *** A...

10 comments:

  1. Haha tapi inilah kenyataan PENDIDIKAN INDONESIA yang kata Jusuf Kalla ada pendidikan yg paling baik. Penuh keterpaksaan dan ketergantungan.

    Sepertinya kita sama, aku juga merasa minat dan bakatku pada bidang Menulis. Yang sayangnya tidak ada pelajaran yg cukup untuk mendukung minatku.

    Judul artikelmu selalu menarik, tapi sayang kata "Goblok" terlalu vulgar untuk dipakai pada hal publik seperti ini, right?

    ReplyDelete
  2. Hahaha...
    Susah hidup di Indonesia ya!
    Susah ya mencari sekolah formal yang bisa mendukung sepenuhnya bakat dan minat pelajar...

    Terima kasih kalo judul saya dibilang selalu menarik, dan untuk kata goblok...mungkin aku terlalu emosi ya dalam penulisannya...
    hahaha...tapi, biarlah orang lain tahu apa yang lagi aku rasakan...

    :))
    terimakasih sudah mau membaca dan berkomentar Riz!!!
    Maaf nggak sempet BW..
    wahhaha...
    :)

    ReplyDelete
  3. Gak semuanya paksaan itu membuat orang goblok, beberapa orang yang merasa tertekan akan semakin cerdas (cerdas mencari solusi). Ada yang merasa tertekan malah membuat semakin kreatif. Tapi itu pun tergantung orangnya, apakah orang tersebut gampang menyerah atau tidak? Kecenderungan manusia bila merasa tertekan dan terpaksa, akan menciptakan kemampuan di atas standar pada keadaan biasa.

    ReplyDelete
  4. "Apa yang terjadi kalau sebuah tas terus dipaksa dimasuki barang-barang yang terlalu berlebihan? Tentunya tas itu lama-kelamaan akan jebol atau rusak kan? Demikian pula dengan otak manusia, apabila otak itu terus dijejali dengan sesuatu yang terlalu berlebihan dan membosankan (apalagi tidak disukai), pastinya otak itu akan jebol juga."

    Arya, Otak kita tidak bisa dibandingkan dengan Tas. Tas memiliki kapasitas yang pasti, tetapi kalau otak kita memiliki kapasitas yang takterukur untuk menerima informasi.
    Jadi sebetulnya seberapa banyak hal-hal yang dimasukkan kedalam otak kita, otak kita oke-oke aja hanya kemampuan fisik kita yang tidak mampu.
    Jangan mengecilkan kemampuan otak kita untuk menerima informasi, karena oyak manusia itu memiliki kemampuan yang sangat-sangat luar biasa. Jadi TIDAK ADA ISTILAH OTAK JEBOL hanya karena menerima berbagai hal informasi.
    "TETAP SEMANGAT YA, DAN JAGALAH HIDUPMU BAIK-BAIK."

    ReplyDelete
  5. willyo Alsyah beserta guguk blekenyek mengucapkan selamat idul fitri .. mohon maaf lahir dan batin

    ReplyDelete
  6. YAA!!
    BERHENTI MENGEKSPLOITASI KAMI DENGAN TIDAK SENONOH!!....

    HEhe...
    Demo...

    ReplyDelete
  7. pemerintah masang sekolah 'paksaan' kayak itu tadi juga ada maksudnya.
    mungkin biar suatu saat, jadi apapun kita, kita bisa ttp tau hal2 dasar yg diajarkan di sekolah.

    ReplyDelete
  8. SETUJU BANGET!
    BERANTAS OKNUM-OKNUM YANG MEMBUAT OTAK SAYA MENJADI GOBLOG.
    *maaf, saya sedang goblog*

    Sebetulnya, yang bikin kita 'merasa' terpaksa itu adalah diri kita sendiri. Kalau kita ikhlas, ya kita gak akan merasa terpaksa seperti itu.
    Pelajaran, Tugas, dan Ulangan itu bukan untuk dipikirkan dan menjadi stress. Tetapi dijalani dan dinikmati. Kalau hasilnya gak bagus, ya itu namanya lagi gak beruntung. hehe. *sok dewasa*

    ReplyDelete
  9. Wah betul banget nich! Berhenti Memerkosa aku, eh salah otakku. hehehe

    ReplyDelete

Thanks for your lovely comment!

< >