10 June 2010

Wawancara dengan Ibu Pertiwi (Antara P dan I)


P : "Selamat siang Bu, maaf mengganggu...Boleh saya mewawancarai Ibu?"
:berjabat:
I : "Oh, iya silahkan. Mau wawancara tentang apa?"

P: "Tentang Indonesia. Ya, bisa kita mulai sekarang Bu?"

I: "Silahkan..."

P: "Indonesia itu apa sih Bu?"

I: "Indonesia? Hmm, menurutmu apa?"

P: "Lho? Kok malah tanya balik? Ya, menurut saya Indonesia itu sebuah negara kepulauan. Betul nggak?"
:bingung:
I: "Catat itu..."

P: "Oke pertanyaan kedua, kenapa nama Ibu Pertiwi digunakan dalam penyebutan nama lain dari Indonesia?"

I: "Siapa yang bisa melahirkan anak selain seorang ibu?"

P: "Tidak ada. Hanya seorang ibu."

I: "Siapa yang bisa melahirkan anak-anak yang hebat dengan bakat serta talenta yang unik dan berbeda-beda ?"

P: "Ya, seorang Ibu..."

I: "Catat itu..."

P: "Lalu, siapa anak-anakmu?"

I: "Siapa anak-anakku? Kenapa kau tanyakan hal seperti itu lagi kepadaku?"

P: "Karena aku belum tahu siapa anak-anakmu."

I: "Siapa Indonesia?"

P: "Indonesia? Hmm, saya rasa Indonesia itu Anda, karena nama lain dari Indonesia itu Ibu Pertiwi."

I: "Maka dari itu, siapa Ibu dari anak-anak Indonesia?"

P: Ya, Ibu.

I: "Siapa aku?"

P: (Bingung) "Anda itu Ibu Pertiwi kan?"
:bingung:
I: "Jadi, kesimpulannya?"

P: "Anda itu seorang Ibu Pertiwi yang melahirkan anak-anak yang hebat dengan bakat serta talenta yang unik dan berbeda-beda. Betul nggak Bu?"

I: "Catat itu..."

P: "Bu, apa sih keunikan tersendiri dari Indonesia yang tidak dimiliki yang lainnya?"

I: "Keunikan itu terletak pada semua anak-anakku. Mereka anak-anak yang hebat dengan bakat serta talenta yang unik dan berbeda-beda. Dan mereka pun memahami perbedaan itu, sehingga akhirnya mereka semua sepakat untuk membuat semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".
Meski mereka berbeda-beda, mereka tetap satu; satu Ibu dan satu Indonesia."
:nosara:
P: (terdiam sambil mencatat)

I: "Ada lagi?"

P: "Ada banyak lagi. Langsung saja, bagaimana tanggapan Ibu terhadap kebobrokan di dunia politik yang dibuat oleh anak-anak Ibu yang sekarang sudah menjadi pejabat, anggota DPR, ketua KPK, dan sejenis dengan pemerintah yang tidak bertanggung jawab terhadap bakat dan talentanya sebagai anak-anak Indonesia?"

I: "Semua itu kan tergantung orangnya sendiri-sendiri dan saya selalu mengajari anak-anak saya dengan moral-moral yang baik, selanjutnya ya tergantung mereka sendiri; kalau mereka memilih untuk tetap bertanggung jawab terhadap bakat dan talenta mereka sendiri-sendiri berarti anak-anakku yang memilih pilihan itu memang berniat untuk membangun rumah yang baik untuk semua anggota keluarga Indonesia tapi, di sisi lain ada juga anak-anakku yang mungkin sudah tak pantas kusebut anak-anak Indonesia lagi; karena mereka tak pernah mau punya niat membangun rumah yang nyaman buat seluruh anggota keluarga Indonesia."

P: "Terus, apakah Ibu tidak pernah berbuat sesuatu untuk memperbaiki semua kebobrokan ini?"

I: "Hanya mereka yang bisa, tergantung dari kesadaran anak-anakku sendiri untuk merubah peradaban keluarga Indonesia yang selama ini reputasinya kurang baik. Jika mengingat-ingat masa kejayaan dulu sangat indah, dimana anakku Sukarno menjadi presiden pertama bagi keluarga Indonesia. Sudahlah, tak perlu diingat lagi...ayo! masih ada pertanyaan lain lagi?"

:malu:

P: "Masih dong Ibuku...hehe..."

I: "Wow, anakku ini memang hebat ya..."

P: "Haha, kembali ke pertanyaan lagi Bu. Ada kritik dan saran buat anak-anak Indonesia yang kurang bertanggung jawab?"

I: Yah, yang penting mereka harus sadar diri dan bertanggung jawab untuk memikul bersama-sama keluarga Indonesia ini menjadi Negara Satu Kesatuan yang Benar-benar merdeka dari segala aspek kehidupan sehingga Indonesia benar-benar menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga besar Ibu Pertiwi. Ingat! Seiring adanya kekuatan yang besar di situ pasti ada tanggung jawab yang besar menanti, dan anak-anakku pasti bisa mengangkat lagi nama keluarga Indonesia di kancah dunia entah itu lewat bidang seni, keunikan, budaya, politik, ekonomi, olahraga serta yang lainnya dengan semangat Nasionalisme dan Kebangkitan Nasional.

P: Boleh ditambahin nggak Bu?

I: Boleh, terserah kamu...

P: JUJUR, AKU BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA!!! DENGAN BERBAGAI SENI BUDAYA DAN PERBEDAANNYA DALAM WILAYAH KEPULAUAN NUSANTARA KITA PASTI BISA MENAKLUKAN KEJAMNYA DUNIA!!!

I: Wow, hebat anakku!

P: Terima kasih Bu, buat wawancaranya...rencananya sih nanti hasilnya langsung aku kirim ke Ma Chung Blog Competition 2010 tapi sayangnya sudah telat Bu. Parah kan?

I: Sama-sama anakkku...wah, jangan berkecil hati dong; mungkin lain kesempatan ada lagi...sabar ya nak. (tersenyum lebar) :D

P: (tersenyum lebar) :D





:iluvindo:

INDONESIA PASTI BISA!!!

:thumbup2:


Sumber Gambar: Google
5 Arya Adikristya: Wawancara dengan Ibu Pertiwi (Antara P dan I) P : "Selamat siang Bu, maaf mengganggu...Boleh saya mewawancarai Ibu?" I : "Oh, iya silahkan. Mau wawancara tentang apa?&qu...

13 comments:

  1. Waaa.... si ibu pertiwi jawabnya keren euy. Wawancara dimana tuh? hahhaa.

    ReplyDelete
  2. @mas evan: oke mas!

    @Nabilla: ya keren dong...Ibu Pertiwi!!
    wawancara di imajinasi...
    hahahaha...
    :D

    ReplyDelete
  3. Haha menarik tuh. Padahal kayanya bisa menang.
    Tapi sayang bgt udh telat kirim tuh, aku kirimin 4 artikel.

    3 artikel mengkritik Indonesia abis-abisan, yang ke 4 rada gak jelas. hahay....

    Bagus wawancaranya :D

    ReplyDelete
  4. Apa 4???
    Untung banget!!!
    nyesel aku selama ini gak pernah ngeblog lagi...jadi telat info ttg kompetisi...
    :(
    Thx komennya kawan!

    ReplyDelete
  5. hahah kehidupan nyata lebih lucu kali yahh wkwkwk xD

    ipminnovative.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. nice:DD
    ber bloger sejatii lah
    ^^

    ReplyDelete
  7. oke2...thx xin!
    keep blogging! keep blogwalking! and GO! BLOG
    :D
    thx buat komennya kawan!

    ReplyDelete

Thanks for your lovely comment!

< >